KIPRAH.CO.ID, BANDARLAMPUNG— Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, menghadiri sekaligus mengapresiasi Peluncuran Koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung dan peluncuran buku 1 Tahun Mirza–Jihan yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Pemerintah Provinsi Lampung di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mengevaluasi perjalanan satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, sekaligus menegaskan peran pers dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Dalam keterangannya, Mukhlis Basri menyampaikan apresiasi atas inisiatif IJP Lampung yang menghadirkan ruang diskusi publik yang terbuka dan konstruktif.
“Saya mengapresiasi peluncuran Koran IJP Lampung ini. Kehadiran media yang profesional dan independen sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan pembangunan berjalan transparan,” ujar Mukhlis.
Menurutnya, refleksi satu tahun kepemimpinan Mirza–Jihan harus menjadi ajang evaluasi bersama, bukan sekadar seremoni. Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, baik eksekutif, legislatif, maupun insan pers.
“Refleksi ini penting agar kita bisa melihat apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperbaiki. Kritik dan masukan dari media maupun masyarakat adalah bagian dari proses membangun Lampung yang lebih baik,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Mukhlis juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, dan penguatan ekonomi desa.
“Kita di DPR RI tentu akan terus mendorong agar program-program strategis untuk Lampung mendapatkan dukungan maksimal di tingkat pusat. Tapi di sisi lain, tata kelola di daerah juga harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap peluncuran buku 1 Tahun Mirza–Jihan tidak hanya menjadi dokumentasi capaian, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan ke depan.
“Buku ini bukan hanya catatan keberhasilan, tapi juga harus menjadi bahan refleksi. Pembangunan itu proses panjang. Yang terpenting adalah konsistensi dan keberpihakan pada rakyat,” pungkas Mukhlis Basri.
Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, insan pers, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat. Diskusi publik berlangsung dinamis, membahas capaian, tantangan fiskal, hingga arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan. (*)







