Tanggul Saluran Way Bumi Agung Tergerus, Kini Mulai Diperbaiki

KIPRAH.CO.ID, Lampung Utara— Dampak curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara berkelanjutan telah meningkatkan debit aliran secara signifikan, sementara pada saat bersamaan screen inlet gorong-gorong dalam kondisi tersumbat sedimen tanah dan sampah.

Hal itu menyebabkan terjadinya gerusan pada sisi kiri tanggul Bangunan Gorong-gorong BBA.4b di Saluran Primer Way Bumi Agung, Desa Sri Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis secara langsung di lokasi kejadian, PT Bajasa Manunggal Sejati memastikan bahwa gerusan tanggul pada Bangunan Gorong-gorong BBA.4b bukan disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan, melainkan oleh faktor hidrologis dan kondisi operasional inlet.

“Akibat tersumbatnya inlet tersebut, kapasitas aliran masuk gorong-gorong tidak berfungsi optimal sehingga terjadi backwater dan limpasan aliran pada bagian sayap inlet. Limpasan inilah yang secara langsung menyebabkan erosi lokal pada tubuh tanggul, Hasil evaluasi teknis juga menegaskan bahwa struktur utama gorong-gorong masih dalam kondisi stabil dan berfungsi baik, serta tidak ditemukan kerusakan pada elemen konstruksi utama,”ungkapnya.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa secara fungsional sistem irigasi masih berjalan normal dan distribusi air pada Saluran Primer Way Bumi Agung tidak mengalami gangguan.

Miftahudin selaku pelaksana lapangan menegaskan bahwa penanganan terhadap gerusan tanggul Gorong-gorong sedang dilaksanakan secara langsung di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab penyedia jasa dalam menjaga keandalan bangunan irigasi. Setelah dilakukan pemeriksaan teknis, perusahaan telah mengambil langkah perbaikan.

“Penanganan yang dilakukan meliputi pembersihan menyeluruh sedimen tanah dan sampah pada screen inlet gorong-gorong guna mengembalikan kapasitas aliran sesuai fungsi desain. Tindakan ini menjadi prioritas utama untuk menghilangkan penyebab utama terjadinya limpasan dan backwater pada bangunan inlet,” Jelas Miftahudin kepada media ini. Senin (2/2/2026).

Selain itu, PT Bajasa Manunggal Sejati juga melaksanakan perbaikan dan pengamanan tanggul pada area terdampak, dengan fokus pada pengisian kembali material yang tergerus, pembentukan ulang profil tanggul, serta pemadatan untuk meningkatkan stabilitas.

Pihak kontraktor menegaskan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan dilaksanakan dengan pengawasan teknis dan tetap berkoordinasi dengan Pengawas Kegiatan Irigasi dan Rawa I Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

“Langkah ini bertujuan memastikan bahwa kondisi bangunan gorong-gorong dan tanggul tetap aman, stabil, serta tidak mengganggu fungsi pengaliran air pada Saluran Primer Way Bumi Agung. PT Bajasa Manunggal Sejati juga menyatakan komitmennya untuk melakukan pemantauan lanjutan, khususnya pada bangunan pelengkap irigasi, sebagai upaya preventif agar kejadian serupa dak terulang dan sistem irigasi tetap berfungsi optimal dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat,” tutupnya. (*)