Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Provinsi Lampung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat penanganan di sejumlah wilayah dengan mengerahkan ratusan personel, memperkuat mitigasi, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh jajaran tetap siaga hingga musim hujan tiba. Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Sampai musim hujan tiba, kondisi kita harus tetap siaga dan waspada. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri,” tegas Mirza dalam rapat percepatan penanganan karhutla di Kantor BPBD Provinsi Lampung, Senin (19/10/2026).
Salah satu fokus utama penanganan berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur. Hingga 18 Oktober 2026, upaya penanganan telah berlangsung selama 24 hari sejak 25 September, dengan akumulasi luas area penanganan melalui jalur darat dan udara mencapai sekitar 315 hektare. (*)







