Ketua Baznas Tepis Tudingan Bagi Kambing dan Ayam Atasnama Paslon Ridho Berbakti Jilid II

KIPRAH.CO.ID– Ketua Baznas Provinsi Lampung, Mahfud Santoso, menampik tudingan telah membagikan puluhan ekor kambing dan ratusan ayam kepada warga di Banyu Urip, Kabupaten Pringsewu pada Jumat (25/5) dengan mengatasnamakan dari tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Ridho berbakti jilid II di pilgub 27 Juni 2018.

“Itu bohong dan fitnah besar yang katanya pak Ridho ngasih kambing. Jika tuduhan itu benar, saya pasti sudah di panggil Panwas. Tetapi ini kan tidak dan kegiatan berjalan hingga selesai,” ujarnya, Sabtu (26/5/2018).

Menurutnya, pembagian puluhan ekor kambing, ratusan ayam, dan sayur mayur ini sudah ada sejak tahun lalu sebelum adanya pilkada saat ini, dan bertujuan untuk menyalurkan bantuan ke fakir miskin.

“Alhamdulillah kemarin sebelum dilakukan pembagian, saya mampir ke tempat Bupati Pringsewu Pak Sujadi tetapi beliau masih ada rapat di luar. Terus ketemu asisten I bagian desa. Kemudian, karena beliau sedang safari Ramadhan, akhirnya ketua Baznas sana (Pringsewu) ikut serta dalam penyaluran bantuan ini,” jelasnya.

“Tadi pagi saya telepon ketua Baznas. Katanya kegiatan kemarin ada penyusup dari tim pemenangan salah satu paslon, sehingga ada pemberitaan yang diindikasi dipelintir sehingga beritanya menjadi tidak benar,” tegasnya.

Selain itu, dalam penyaluran bantuan yang turut dihadiri penceramah bernama Gus Arif yang juga kembali menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan politik dan murni untuk mengentaskan kemiskinan di enam kecamatan Kabupaten Pringsewu. “Kita kasih semua bantuan itu, kambing, ayam, sayur mayur,” ungkapnya.

Ia membantah tidak memasang maupun mencopot, banner Ridho berbakti jilid II di lokasi penyaluran bantuan tersebut. Karenanya, ia minta pembuktian terhadap oknum yang menuding dirinya salah satu timses dan mengatasnamakan paslon M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri saat penyaluran bantuan tersebut.

“Ya buktikan saja dimana masangnya, itu bohong juga, clean and clear di lokasi itu dan bisa dibuktikan. Karena kami gak masang dan tidak mencopot bannernya dan bersih di lokasi itu,” ucapnya.

Untuk mengetahui kebenaran kabar beredar tersebut, Mahmud kembali menegaskan dan mempersilahkan siapapun untuk menanyakan langsung ke enam ratus masyarakat yang hadir kemarin. “Tanyakan saja dengan masyarakat dari enam kecamatan kemarin. Itu saksi yang kuat,” ungkapnya.

Mahfud berharap Baznas tidak dikait-kaitkan dengan urusan pilgub atau politik apa pun. Karena itu sangat keji dan tidak beretika. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.