Cabuli Bunga, Terduga Pelaku (AP) Diamankan Polsek Sungkai Selatan

KIPRAH.CO.ID– Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini korbannya sebut saja Bunga (15), warga Ds Tulang Bawang Baru, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho M, SIK. MSi melalui Kapolsek Sungkai Selatan Kompol Arjon Safrie SH, mengatakan telah mengamankan terduga pelaku seorang pemuda inisial AP (19) warga Desa Karang Sari, Kecamatan Muara Sungkai.

“AP di tangkap oleh tim opsnal Polsek Sungkai Selatan dipimpin Panit 2 Reskrim Bripka Bambang SH, ketika sedang berada di rumah temannya di Desa Sukadana Udik, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara pada 1/12/2020 pukul 21.00 WIB,” kata Kapolsek, Rabu (2/12/2020).

Menurut Kompol Arjon, awal mula kejadian pada Senin (23/11/2020) sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama teman sesama wanitanya Sis disusul pelaku AP yang merupakan teman dekat (pacar korban). Kemudian diajak main ke rumah pelaku AP di Desa Karang Sari.

Setibanya di sana, tidak lama datang teman pelaku NUR dan SPL. Pelaku AP dan rekannya sambil meminum minuman keras (miras), selanjutnya pelaku mengajak korban masuk ke dalam kamar hingga terjadi hubungan intim.

Sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku mengajak korban dan teman-temanya pergi menuju Desa Sukadana Udik. Mereka ber lima menginap di gubuk kosong yang ada di tengah kebun. Di tempat itu rekan pelaku AP inisial Nur (DPO) turut mencabuli dengan memegang payudara serta alat vital korban.

Kemudian, Selasa (24/11/2020) sekira pukul 17.00 WIB, ke lima orang tersebut pulang, namun korban Bunga masih di ajak pelaku AP menginap di rumahnya. Sekira pukul 22.00 WIB, orang tua korban mendapat informasi bahwa putri mereka berada di rumah pelaku AP dan lansung di jemput. Selanjutnya, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Sungkai Selatan.

Saat ini terduga pelaku AP tengah dilakukan proses penyidikan, dan terhadapnya dapat dijerat melanggar Pasal 81 ayat (1) dan lasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi pasal 76D dan 76E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak. (Deri Yanto)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.