Demi Marwah KNPI, Berikut Pernyataan Putra Putri Indonesia di Lampung

KIPRAHRAKYAT.COM– Terkait simpang siur informasi terhentinya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Lanjutan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lampung ke-XIII, atas nama putra putri Indonesia di Lampung menyampaikan beberapa pernyataan.

Berikut informasi yang diterima kiprahrakyat.com, Selasa (13/3/2018); Kami Putra dan Putri Indonesia di Provinsi Lampung menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaan, dan menghormati keragamaan suku bahasa dan agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kami putra dan putri Indonesia di Provinsi Lampung mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam setiap pengambilan keputusan dalam proses demokrasi dalam organisasi kepemudaan. Kami putra dan putri Indonesia di Provinsi Lampung, mengecam dan mengutuk terhadap siapa saja pihak yang memprovokasi terjadinya kericuhan dalam pelaksanaan Musda KNPI Lampung.

Kami putra dan putri Indonesia di Provinsi Lampung meminta pertanggung jawaban DPP KNPI untuk segera melaksanakan Musda Lanjutan ke-XIII KNPI Provinsi Lampung sampai batas waktu akhir Maret 2018. Kami putra dan putri Indonesia di Provinsi Lampung berhimpun dan bernaung dalam wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia di bawah kepengurusan DPP KNPI yang dipimpin Muhammad Rifai Darus (Ketua Umum) dan Sirajudin Abdul Wahab (Sekretaris Jendral).

Kronogi

Selasa (13/3/2018), menyikapi terhentinya Musda Lanjutan KNPI Lampung ke-XIII yang dilaksanakan Aula Sudirman Korem 043 Gatam Lampung, Jumat (9-10 Maret 2018) yang dihadiri seluruh peserta Musda dari unsur OKP, DPD KNPI Provinsi, DPD KNPI Kabupaten/Kota, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KNPI Muhammad Rifai Darus, dari unsur DPP KNPI juga hadir Sirajudin Abdul Wahab (Sekjend DPP KNPI), Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI) dan Arif Rahman (Pengurus DPP KNPI).

Musda KNPI semula berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan AD/ART KNPI dan Tatatertib yang telah disahkan forum musyawarah daerah. Kegiatan Musda mendapat jaminan keamanan dari Korem 043 Gatam Lampung, dan mendapatkan izin dari Polresra Bandar Lampung.

Tahapan hingga sampai dengan sidang pleno III sesuai Tatib Musda, pemilihan Ketua KNPI Lampung Periode 2018-2021, hingga batas waktu yang ditentukan hanya ada satu bakal calon yang mendaftarkan diri kepada pimpinan sidang yang dipimpin oleh Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI), Cikmasuri (Anggota/Unsur MPID KNPI Provinsi Lampung) Rudian Saputra (Anggota/Unsur DPD KNPI Provinsi Lampung), Selamet (Anggota/Unsur DPD KNPI Tulang Bawang), Rahmat (Anggota/Unsur OKP-GMNI).

Setelah penyampaian Visi dan Misi dari Calon Ketua KNPI Bung Ardito Wijaya, semestinya tahapan berikutnya menetapkan calon tunggal dan secara Aklamasi menjadi Ketua KNPI Lampung melalui persetujuan peserta Musda. Tapi tanpa ada alasan yang jelas, pimpinan sidang Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI), menyampaikan kepada forum musyawarah daerah akan meninggalkan ruangan sidang, keputusan sepihak tanpa meminta saran dengan anggota pimpinan sidang lainnya. Sontak mendapat instrupsi dari mayoritas peserta musda.

Kondisi semula tertib, menjadi riuh terdengar suara protes dari beberapa perwakilan OKP mempertanyakan prihal pimpinan sidang akan meninggalkan arena Musda. Pihak Korem 043 mencegah terjadinya kericuhan, menghentikan sementara kegiatan Musda KNPI Lampung.

Hari kedua, Sabtu (10/3/2018) pagi, Kapolda Lampung Irjend Pol Suntana didampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono bersama sejumlah anggota, setelah mendengarkan adanya laporan terjadi keributan di arena Musda mendatangi tempat berkumpulnya pimpinan sidang, peserta Musda dan kandidat ketua di Hotel Swiss-Belhotel Bandar Lampung.

Kapolda melakukan dialog langsung dengan panitia, pimpinan sidang, perwakilan peserta dan kandidat ketua, dan dilakukan kesepakatan bahwa pelaksanaan Musda KNPI Lampung akan dilanjutkan dengan mendapat jaminan keamanan dari Kepolisian Daerah Lampung. Pada saat panitia menyiapkan tempat dan kelengkapan serta mengumpulkan peserta Musda, kembali pimpinan sidang dari unsur DPP menghilang dan belakangan diketahui kembali ke Jakarta tanpa alasan yang mendasar.

Panitia berkali-kali dihubungi oleh Polresta Bandar Lampung tentang kepastian pelaksanaan Musda, sedangkan panitia menunggu kesiapan dari pimpinan sidang (Unsur DPP) yang tak kunjung hadir di arena Musda. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.