Fadli Zon Minta Buku IPS Keluaran Yudhistira Ditarik

EDUKASI, Kiprahrakyat – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR RI Fadli Zon meminta buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) jilid 6A terbitan Yudhistira ditarik dari peredaran. Buku terebut menjadi perdebatan lantaran mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Saya pikir jelas itu kurang pengawasan, itu hal sensitif. Saya kira buku tersebut harus dikoreksi atau ditarik, karena ini menimbulkan kontroversi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu 13 Desember 2017.

Tak hanya penerbit, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dianggap tak selektif. Fadli menuturkan, pemerintah perlu melakukan langkah tegas setelah mendeklarasikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina.

“Ini hal yang sangat sensitif kalau salah gitu ya. Salah ibu kota saja di negara lain bisa salah, apalagi ini di negara yang dianggap kontroversial dan masih ada proses perundingan perdamaian,” ucap Fadli.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Surakarta pun mengeluarkan Surat Edaran bersifat sangat segera untuk melarang buku pelajaran ini dipakai. Surat bernomor 421/4436/set/2017 dikeluarkan di Surakarta tanggal 13 Desember 2017. Surat ini ditujukan pada Kepala SD negeri dan swasta se-Kota Surakarta.

Pada halaman 56 buku tersebut tersaji sebuah tabel negara-negara di Benua Asia beserta ibu kota negaranya. Pada bagian Asia Barat tertulis negara Palestina. Tepat di sampingnya, kolom ibu kota Palestina dikosongkan. Pada tabel yang sama tertulis ibu kota negara Israel adalah Yerusalem.

Buku kontroversial ini awalnya ramai dibicarakan di media sosial. Tabel yang menuliskan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kecaman. Penerbit Yudhistira belum mengeluarkan pernyataan resmi soal buku tersebut.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.