Humanika: Kampanye Saja Bisa Didikte, Apalagi Mengelola Pemerintahan

KIPRAH.CO.ID– PT Sugar Group Companies ditengarai merupakan penopang utama modal Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik), di kancah pemilihan Gubernur Lampung 2018. Namun apakah semua modal itu diberikan sekedar cuma-cuma, dan tidak ada konsekuensi? Berikut tanggapan dari Presidium Humanika Lampung, Basuki. “Kami yakin imbal balik itu ada. Konsekuensinya, bisa saja dalam bentuk pembebasan pajak dan HGU (Hak Guna Usaha) lahan SGC,” kata Basuki, Rabu (2/5/2018).

Menurutnya, kesepakatan semacam itu sangat berpotensi merusak tatanan kenegaraan. Karena korporasi bukan lembaga sosial, tetapi lembaga cari untung. Artinya, setiap dukungan yang diberikan kepada calon, tentu ada konsesi yang diberikan kepada korporasi yang sudah mendukung. “Tak ada makan siang gratis. Di kepala korporasi bisa saja konsesi soal lahan atau bisa soal pajak. Ini pembajakan atau pembegalan demokrasi oleh korporasi,” tegasnya.

Menurut Basuki, biasanya korporasi memberikan dukungan secara sembunyi-sembunyi, karena jika publik mengetahui akan cukup berbahaya bagi calon. Karena publik memandang jika urusan kampanye saja bisa didikte, apalagi urusan dalam mengelola pemerintahan dikemudian hari.

Seperti diketahui, kehadiran Vice Presiden PT Sugar Group Companies (SGC), Lee Purwati, dalam kampanye pasangan calon gubernur Arinal-Chusnunia di Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) Senin (30/4/2018), menjadi bukti penguat atas dugaan keterlibatan PT Sugar Group Companies (SGC) sebagai penopang modal paslon nomor urut tiga tersebut. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.