Tak Berkategori  

Lampung Tuan Rumah ITP 2018

KIPRAH.CO.ID– Provinsi Lampung sukses menjadi tuan rumah Program Pelatihan Internasional penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau International Training Program (ITP) tahun 2018.

Pelatihan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting Kementerian Kesehatan, Kementerian Sekretariat Negara, Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Perwakilan JICA Afganistan, Tajikistan, Kamboja dan Laos. Lalu, peserta ITP dari Provinsi Sulawesi Utara dan Jawa Tengah.

Acara dibuka Gubernur Lampung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto di Hotel Novotel, Minggu (28/10/2018) Malam. “Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi karena Provinsi Lampung dijadikan tuan rumah penyelenggaraan ITP 2018. Semoga kegiatan ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik,” ujar Hery Suliyanto.

Hery menyebutkan penggunaan Buku KIA diujicobakan pada tahun 2002 di Tanggamus, hasil kerja sama Pemprov Lampung dengan Kementerian Kesehatan dan JICA. Seiring dengan peningkatan anggaran, sambung Hery, kegiatan tersebut dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. “Secara berkala pemprov telah mengadakan buku KIA sebanyak jumlah sasaran ibu hamil dan melatih seluruh Puskesmas,” ujar Hery.

Hery menyampaikan penggunaan buku KIA melalui kegiatan Kelas Ibu dan Pemantauan Tumbuh Kembang di Puskesmas, memberikan dampak yang signifikan terutama dalam peningkatan akses cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Lampung.

Seperti diketahui, JICA atau merupakan lembaga untuk menolong pengembangan pemerintah dengan memberikan bantuan teknis dan dana yang tidak mengikat. Tujuan JICA membangun daya manusia di negara berkembang atau memperkuat organisasi-organisasi.

JICA juga fokus pada jaminan kesehatan semesta yang bertujuan membantu menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Hery mengatakan Pemprov Lampung terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan mengembangkan fasilitas kesehatan baru.

Fasilitas tersebut dilengkapi tenaga kesehatan dan alat yang memadai, meningkatkan anggaran di bidang kesehatan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola hidup yang sehat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.