Pasca Tsunami di Selat Sunda, Bunda Paud Lamteng Bersama IGTK Lakukan Kegiatan Trauma Healing

KIPRAH.CO.ID– Bencana tsunami yang melanda di sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Selatan, hingga kini menyisakan trauma terutama bagi kaum ibu dan anak-anak. Melihat kondisi tersebut Bunda Paud Kabupaten Lampung Tengah, Hj. Ellya Lucyana Loekman bersama Ikatan Guru Taman kanak Kanak (IGTK) melakukan kegiatan program trauma healing, yaitu memberikan motivasi bagi anak-anak melalui dongeng cerita kisah-kisah Islam, permainan edukasi, mewarnai dan lainnya, Sabtu (5/1/2019).

Kehadirin Ibu Hj. Ellya Luciana Loekman beserta rombongan disambut langsung oleh Bunda Paud Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto. Winarni mengucapkan terimakasih atas kunjungan pada warganya yang terdampak korban bencana tsunami 22 Desember 2018 lalu.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Winarni Nanang Ermanto mengatakan lewat kegiatan tersebut diharapkan anak-anak dapat terus belajar dimanapun dan kapanpun. “Semoga kondisi seperti ini akan segera pulih kembali, dan warga masyarakat dapat melaksanakan aktifitas rutinya sehari-hari,” kata dia.

Sementara Bunda Paud Kabupaten Lampung Tengah ditengah tengah kunjungannya ke posko pengungsian di Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengatakan kegiatan trauma healing penting dilakukan mengingat dampak yang ditimbulkan pasca kejadian bencana tsunami yang baru lalu sangat besar bagi pertumbuhan terutama psikologis dan sosio emosional pada anak. Untuk itu, Ellya berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi anak-anak untuk tidak takut dan tetap waspada ketika bencana datang.

lebih lanjut, Hj. Ellya Lucyana Loekman juga mengatakan kegiatan ini untuk memberikan hiburan sekaligus motivasi bagi anak-anak terdampak bencana alam tsunami yang baru-baru ini terjadi.

Selain itu, Ellya berharap kegiatan ini dapat memotivasi khususnya anak-anak di daerah bencana tsunami untuk bersyukur dan tetap bersemangat. “Dengan bersyukur, pasti nikmat akan ditambah, walaupun rumah serta sekolah hancur, semangat tidak boleh hancur,” tuturnya.

Menurut Ellya, anak-anak yang usai tertimpa bencana tsunami awalnya trauma, terpuruk, kehilangan rumah, sanak keluarga, bisa bangkit, bisa bersemangat lagi. Tidak sedih, optimis, terus meraih cita-citanya. “Tujuan utama mengunjungi warga masyarakat Lampung Selatan yang terkena musibah bencana tsunami di Lampung Selatan ini untuk menghibur dan memotivasi, serta memberi semangat khususnya kepada anak-anak,” jelasnya. (rls)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.