Pemprov Apresiasi Korem 043/Gatam

KIPRAHRAKYAT.COM– Pemerintah Provinsi Lampung memberi apresiasi masyarakat yang secara sukarela, menyerahkan senjata api (senpi) rakitan kepada aparat penegak hukum. Hal ini diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto usai menghadiri acara Pemusnahan Senpi Rakitan di Markas Komando Resort Militer (Makorem) 043/Garuda Hitam, Rabu (14/3/2018).

“Kami memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah sadar, bahwa mereka yang mempunyai senjata api baik rakitan maupun semacamnya, segera diserahkan kepada aparat baik TNI maupun Polri,” ujar Hery.

Selain itu, Hery juga mengucapkan terimakasih kepada Korem 043/Garuda Hitam, yang telah turun langsung dalam mengimbau masyarakat, untuk memberikan senpi rakitannya kepada Korem 043/Garuda Hitam. “Tentu terimakasih kepada jajaran Korem 043/Garuda Hitam, dalam rangka memberi rasa aman dan ketertiban untuk Provinsi Lampung,” imbuhnya.

Pada acara tersebut, Korem 043/Garuda Hitam memusnahkan sebanyak 193 pucuk senpi rakitan, yang diserahkan masyarakat kepada Kodim Jajaran Korem 043/Garuda Hitam se- Lampung, dan Tim Intel Korem 043/Garuda Hitam.

193 senpi rakitan tersebut, terdiri dari 27 pucuk senpi rakitan laras panjang dan 166 pucuk senpi rakitan laras pendek. Jumlah keseluruhan senpi tersebut didapat selama tahun 2017 hingga 2018.

Pada tahun 2017, untuk senpi rakitan laras panjang sejumlah 26 pucuk dan untuk senpi rakitan laras pendek sejumlah 142 pucuk. Lalu, pada tahun 2018 senpi rakitan laras panjang sebanyak satu pucuk dan senpi rakitan laras pendek 24 pucuk. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan dipotong-potong menggunakan mesin.

Sementara Komandan Korem 043/Garuda Hitam, Kolonel Inf Hadi Basuki, mengatakan mayoritas kepemilikan senpi tersebut dari wilayah Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Metro dan Lampung Tengah.

“Kami saat ini masih dalam tahap penelusuran, dari beberapa wilayah lainnya seperti Lampung Barat itu hanya sebagian. Tapi memang yang dominan diserahkan kejajaran kita, rata-rata dari Mesuji, Tulang Bawang, Metro, dan Lampung Tengah,” ujarnya.

Hadi menyebutkan selain senpi rakitan didapat pula amunisinya sebanyak 829 butir. Namun, tidak terdapat senpi organik. “Keseluruhan senpi rakitan ini tidak ada senjata organik, semuanya adalah senjata modifikasi atau rakitan. Mayoritas masyarakat biasa yang mempunyai senpi ini, ada yang pengangguran dan juga pedagang. Amunisi juga telah kita serahkan kepada jajaran Peralatan Daerah Militer (Paldam) dan sudah dileburkan,” ungkap Hadi. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.