Penghuni Lapas Metro Diduga Alami Kekerasan

KIPRAH.CO.ID– Penghuni Lapas Kelas II Kota Metro, Edi bin Tajudin, diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oknum petugas.

Menurut pengakuan salah satu sanak keluarga Edi, CH mengaku, informasi yang didapat dari korban bahwa dugaan penganiayaan tersebut dilakukan oknum pegawai Lapas lantaran Edi ketangkap tangan memiliki handphone di dalam Lapas.

“Kalo pengakuan dari Edi, oknum pegawai Lapas yang menganiaya. Ya seharusnya pihak lapas itu memberikan perlindungan bukan seperti ini. Jika saudara kami melakukan kesalahan di dalam Lapas, ya beri sanksi sesuai kesalahannya. Jangan asal main hakim sendiri. Kami harap supaya hal ini tidak kembali terjadi menimpa Edi,” pintanya.

Ia berharap, pihak Lapas memberikan pembinaan yang baik kepada penghuni Lapas tanpa adanya kekerasan. “Kami datang ke sini minta tolong supaya di Lapas tempat saudara kami menjalani hukuman tidak lagi berbuat arogan. Kami orang susah tidak ada pembelaan hukum, ya mudah-mudahan setelah ramai diberitakan media massa atas hal semacam ini tidak terjadi lagi di lapas, tidak ada lagi kekerasan di dalam lapas metro,” harapnya saat menginformasikan peristiwa tersebut ke sejumlah awak media.

Saat dikonfirmasi Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II Kota Metro, Febriyanto, membantah informasi tersebut. Menurutnya, informasi dugaan penganiayaan terhadap narapidana bernama Edi bin Tajudin yang dilakukan oknum pegawai Lapas tersebut tidaklah benar.

Namun, pihaknya membenarkan ada keributan yang terjadi di Lapas dan melibatkan Edi bin Tajudin. “Ini perkelahian bukan penganiayaan. Dia kan berkelahi nantang pegawai, dia bilang kalo di sel merah dia goyang tralis, ternyata kejadian benar-benar dia goyang tralis dan dampaknya bikin heboh. Pada saat saya konfirmasi ke anggota saya, memang benar ada perkelahian sampai dengan pengeroyokan tapi bukan dilakukan oleh petugas,” ujarnya saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (19/10/2018).

Akibat kejadian tersebut, pihak Lapas Kelas II Kota Metro mengaku kecolongan. “Kejadian itu setelah jam besukan, sekira pukul setengah sebelas pagi. Napi ini terima putusan tujuh tahun. Dia baru seminggu di Lapas Metro sudah buat ulah, dan ini baru pertama kali terjadi selama saya menjadi KPLP di sini. Kita juga sudah konfirmasi ke Lapas Kota Bumi, mereka mengaku memang trakrecord narapidana ini suka bikin ulah. Kita kecolongan, karena selama ini Metro kondusif dan tenang. Dan kali ini kita benar-benar kecolongan dan dengan ini kita harus meningkatkan keamanan,” katanya.

Namun sayang, saat sejumlah awak media meminta untuk melihat kondisi terkini Edi bin Tajudin, Febriyanto tidak memberikan izin dengan alasan jika Edi saat ini tengah dalam perawatan dan pengamanan. “Kondisi Edi saat ini sehat. Tetapi belum bisa ditemui karena masih kami amankan dan dilakukan perawatan. Keadaannya sehat, makan, minum dan tertawa seperti biasa,” kilahnya. (Dik)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.