Ridho Ficardo Bertekad Kembalikan Kejayaan Lada Lampung

KIPRAHRAKYAT.COM– Calon Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, berupaya kembali mengangkat kejayaan Lampung sebagai penghasil lada terbesar di Indonesia. Mengingat, di era tahun 1970, produksi lada hitam di Bumi Ruwa Jurai mencapai angka 50 ribu ton.

Hal ini diungkapkan calon gubernur nomor urut 1, ini saat bersilaturahmi dengan beberapa perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sukadana Baru, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Kamis (12/4/2018).

Ketua Gapoktan Desa Sukadana Baru sekaligus Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Lada Hitam Lampung, Supangat, menyampaikan bahwa warga di desanya sudah bertekad untuk kembali menanam lada hitam.

“Tekad kami sudah bulat, untuk itu kami meminta Pak Ridho bisa kembali melanjutkan pembangunan, dan lebih memperhatikan para petani lada, dengan memberikan program-program terbaik seperti halnya program pada bidang pertanian yang lain,” masukan Supangat kepada Ridho.

Menanggapi hal tersebut, Ridho mengatakan, selain mengangkat komoditas kopi Lampung, program membudidayakan atau mengembangkan lada juga menjadi salah satu tujuannya bersama Bachtiar untuk menjadikan sebagai salah satu komoditas unggulan dari Provinsi Gerbang Sumatera ini. “Salah satunya dengan melakukan hilirisasi, jika lada bisa kita proses lebih modern dapat memiliki packing sendiri, lebih modern, harganya bisa lebih tinggi,” kata Ridho.

Ia menambahkan, banyak upaya yang sudah dilakukan untuk mensejahterakan petani di Lampung diantaranya dengan pembangunan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, bantuan sumur bor, program billing pupuk, juga berbagai bantuan peralatan pertanian.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah pembangunan infrastruktur penunjang konektifitas, seperti jalan tol dan bandara. Dimana hasil-hasil pertanian dapat dijual keluar daerah bisa lebih lancar. Di bidang Sumber Daya Manusia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, dibawah kepemimpinannya, setiap tahun ikut memberikan beasiswa polinela kepada 120 anak petani. Dan di tahun 2019 akan ditingkatkan menjadi 200 orang.

“Pemprov juga telah memberangkatkan 6000 petani Lampung untuk studi banding ke pertanian Jawa Barat. Insya Allah dengan banyaknya cara ini, para petani khususnya lada bisa kembali berjaya di Lampung,” jelas Ridho, disambut dukungan warga.

Menjawab harapan Sahendra, salah satu petani dari Gapoktan Sido Rukun, yang menginginkan perbaikan saluran air agar tidak berdampak banjir. Ridho menegaskan, Pemprov Lampung punya anggaran untuk penanggulangan bencana yang bisa langsung dikeluarkan jika memang ada kebutuhan. “Secepatnya nanti kita langsung koordinasikan dengan pemerintah provinsi,” jawab Ridho. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.