Sosok Yustin Ficardo di Mata Ibu PKK

KIPRAHRAKYAT.COM– Cantik, muda, berjiwa pemimpin seperti itu gambaran sosok Yustin Ficardo istri Gubernur Lampung (non aktif) di masyarakat Rulung Helok, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Selama kepemimpinan Muhammad Ridho Ficardo, Yustin kerap berkunjung ke masyarakat lewat pengajian Ar- Ridho. Di balik sosok yang pendiam, ia ternyata memiliki jiwa kepemimpinan. Berbagai permasalahan yang ada saat menjabat sebagai Ketua PKK dapat dirampungkan dengan cara musyawarah dan pendekatan dengan penuh kekeluargaan.

Menurut Wisna Wati, penggerak PKK Kecamatan Tigeneneng, Pesawaran, akitivitas Yustin sangat diingat karena dekat dengan anggota PKK di tingkat bawah. “Ibu Yustin orangnya sangat dekat dengan masyarakat kalangan bawah. Dia tak membeda-bedakan masyarakatnya, apakah itu orang kaya, miskin, dia suport semua,” katanya, Sabtu (16/3/2018).

Selama masih aktif menjabat sebagai Ketua PKK Lampung, kata Wati, Yustin selalu turun ke bawah memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga di Pesawaran ini. Bahkan tak jarang, alumni Universitas Islam Bandung (Unisba) itu mau berpanas-panasan bersama dengan ibu-ibu.

“Ketua PKK sebelum-sebelumnya tidak seperti ini kedekatanya dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pelatihan keterampilan atau dalam pengajian. Saya sangat berharap pak Ridho terpilih kembali menjadi gubernur, biar Bu Yustin jadi ketua PKK Lampung lagi,” ungkap dia.

Senada diungkapkan Rosa Elita, warga Rulung Heloklainya mengatakan, setelah beberapa kali menghadiri pengajian Ar-Ridho, dan bertemu langsung dengan Yustin, dia mengaku terkesan dengan Wanita kelahiran Bandung, 15 April 1980 itu.

Diketahui, wanita berparas ayu itu dikenal begitu lemah lembut terhadap siapa saja. Baik saat menghadapi masyarakat dari strata atas maupun dari strata paling bawah. “Saya tetap menomor satukan beliau. Berharap priode yang akan datang terpilih kembali,” katanya.

Awalnya, ibu tiga anak ini berpikir menjadi istri gubernur bukan hal sulit hanya mengikuti suami bertugas atau datang ke berbagai acara masyarakat. Namun ternyata tidak sesederhana itu. “Saya pikir awalnya jadi istri gubernur cuma duduk cantik, foto-foto, tapi ternyata nggak. Jadi istri gubernur harus bisa merangkul banyak pihak. Kalau dulu prioritas hanya keluarga saja, sekarang ada keluarga lain yang harus diperjuangkan yaitu masyarakat Lampung,” kata Yustin. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.