Unila Edukasi SDM Soal Manajemen Keselamatan

KIPRAH.CO.ID– Universitas Lampung akan konsen pada sistem manajemen keselamatan (safety management) dari berbagai perspektif.

Hal ini diawali dengan menggelar lokakarya safety management bertema “Sosialisasi dan Penyiapan SDM Untuk Mencegah dan Menghadapi Bencana”. Acara ini berlangsung di ruang sidang lantai 2 Rektorat Unila, Senin (17/9/2018).

Sistem manajemen keselamatan merupakan sistem manajemen komprehensif yang dirancang untuk mengelola elemen keselamatan di tempat kerja. Termasuk di dalamnya soal kebijakan, tujuan, rencana, prosedur, organisasi, tanggung jawab, dan tindakan lainnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Bujang Rahman saat menyampaikan pengantar program safety management mengatakan, safety management adalah sebuah kegiatan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu mengantisipasi, menghadapi, dan melakukan kegiatan terkait bencana alam maupun sosial.

Bujang menyebutkan, selama 10 tahun terakhir ada 26 ribu bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana yang paling sering terjadi mulai dari banjir, puting beliung, gempa bumi, hingga tanah longsor. Hingga Juni 2018, telah terjadi 12 kali bencana di Lampung. “Di Lampung Barat, setiap rumah disarankan memiliki lampu yang tergantung, sehingga kalau gempa mudah diketahui,” katanya.

Selain bencana alam, lanjut Bujang, ada pula bencana sosial. “Paling banyak pada tahun 2010 kerusuhan dan 2016 aksi teror. Kesimpulannya, kita tinggal di negara rawan bencana,” jelasnya.

Guru besar FKIP Unila ini menekankan, safety management yang digagas oleh Prof. Cipta Ginting ini sangat penting. “Selama ini kita belum pernah tahu bagaimana langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana,” ungkapnya.

Ke depan, kata dia, safety management akan menjadi program unggulan Unila, dan bila memungkinkan menjadi mata kuliah. Rencananya usai lokakarya, digelar pelatihan safety management untuk dosen dan mahasiswa.

Saat ini Unila juga ikut serta dalam Asian Cooperative Program (ACP) yang juga konsen terhadap isu manajemen keselamatan. Program ACP ini juga diikuti beberapa universitas lain dari enam negara di asia, seperti Kansai University of International Studies, Yangoon University of Myanmar, dan Thammasat University.

“Kesimpulannya mulai hari ini Unila konsen membahas safety management dari berbagai perspektif. Mudah-mudahan hal ini menjadi kontribusi positif Unila bagi masyarakat dan kita menjadi bagian dari penyelamat ketika bencana terjadi,” pungkasnya.

Lokakarnya ini dibagi menjadi lima sesi yang membahas beberapa poin utama meliputi natural disaster, man made disaster (industri issues), man made disaster (lab issues), aspek kesehatan safety management, aspek pendidikan, dan psikologi safety management.

Acara yang diresmikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Mahatma Kufepaksi ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan dan Alumni, Karomani, Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Harsono Sucipto, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, para wakil dekan, serta para mahasiswa dari berbagai fakultas. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.