Catatan Pejuang NIP

Oleh: Reci Purwana

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) menjadi impian sebagian warga Indonesia, diantara penyebabnya soal kesejahteraan dan status sosial yang dianggap cukup bergengsi, baik pada lingkungan tempat tinggal, keluarga, maupun sesama teman.

Maka tak heran saat ‘musim’ pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), warga Indonesia usia pencari kerja mendadak berlomba-lomba menjadi ‘Pejuang NIP’ pada kementerian dan lembaga negara.

Bagaimana sih pengalaman ‘Pejuang NIP’? Ini dikutip berdasarkan proses detik-detik menuju Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS di Provinsi Lampung pada minggu pertama November 2018.

Ada banyak cerita ‘Pejuang NIP’ yang bisa dipetik, hanya dalam tulisan ini penulis ingin lebih memfokuskan pada berbagi tahapan yang wajib dilewati untuk menuju bangku Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS.

Sore itu, terik matahari masih terasa begitu menyengat kulit, lalu lalang ratusan peserta menambah kental nuansa panas di lokasi. Cukup jelas terdengar di telinga, lewat pengeras suara panitia terus mengumumkan agar menitipkan semua barang-barang bawaan ke tempat yang telah disediakan.

Peserta diimbau supaya menitipkan barang termasuk dompet, kunci mobil dan motor, melepas jam tangan, cincin, dan ikat pinggang. Hanya boleh membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli dan kartu peserta ujian.

Tahapan pertama yang mesti dilewati ‘Pejuang NIP’ menuju bangku TKD, dimulai. Antrian untuk menitipkan barang bawaan tak terelakkan, ratusan peserta berpakaian kemeja putih dan bawahan warna gelap, kompak berbaris menjadi dua dengan arah yang sama, menuju panitia di pintu tempat penitipan barang.

Setelah sampai di tangan panitia, barang bawaan peserta dikemas dalam satu wadah plastik warna hitam yang telah dibubuhi nomor, pada saat bersamaan nomor dengan angka yang sama diserahkan kepada peserta sebagai bukti penitipan sekaligus syarat pengambilan usai mengikuti tes.

Berikutnya, ‘Pejuang NIP’ wajib melakukan registrasi. Ada empat meja panitia. Pada masing-masing jalur, telah ditempel nomor peserta yang sudah dikelompokkan untuk mencegah panjangnya antrian.

Saat tiba di meja panitia, peserta diminta menyerahkan KTP asli berikut kartu peserta tes yang telah dibubuhi tandatangan. Selanjutnya, mengikuti perintah membubuhkan tandatangan pada kertas sesuai nama masing-masing, kemudian peserta akan distempel panitia di bagian tangan. Lalu, sebelum menuju ruang tunggu yang telah disiapkan panitia penyelenggara, peserta harus melewati proses sterilisasi dari sejumlah petugas.

Saat berada di ruang tunggu, peserta disuguhi tayangan yang berisi tatacara mengisi data sebelum pelaksanaan tes menggunakan aplikasi CAT (Computers Assisted Test). Mulai dari proses memasukkan Nomor Identitas Kependudukan (NIK), nomor peserta tes, hingga teknis mengerjakan soal.

Setelah tahapan verifikasi identitas dan pemberian nomor registrasi dipastikan selesai, secara teratur panitia bakal mengarahkan menuju ruang tes, dimana telah disiapkan komputer sesuai jumlah peserta per sesi. Tepat sebelum memasuki ruang, sejumlah panitia juga bakal menyorongkan selembar kertas kosong, sebagai fasilitas yang bisa digunakan untuk corat-coret saat mengerjakan soal. Demikian tahapan yang wajib dilewati para ‘Pejuang NIP’ sebelum menuju kursi TKD. (#)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.