Demi Belajar Cara Buat Pakan Ikan, Mahasiswa Universitas Islam OKI Bertandang ke Metro

KIPRAHRAKYAT.COM– Mahasiswa Universitas Islam Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan berkunjung ke Kota Metro, guna melihat langsung cara pembuatan pelet ikan di Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kamis (26/4/2018).

Kepala Bidang(Kabid) Perikanan, Arofah Yuniati, mengatakan bahwa kunjungan ini bukan pertamakalinya, beberapa waktu yang lalu juga telah ada kunjungan dari benerapa daerah seperti Bandung, Padang, Jember dan beberapa daerah luar Lampung.

Kunjungan Universitas Islam OKI bertujuan untuk belajar membuat pakan ikan apung, yang dapat diproduksi sendiri. “Kunjungan kali ini dari Universitas Islam OKI. Memang mereka ini jurusan perikanan, ingin belajar, sehingga mereka penasaran tentang pembuatan pakan ikan apung yang bisa dikatakan jarang dibuat selain oleh pabrik-pabrik besar,” jelasnya.

Menurutnya, mahalnya harga alat pembuat pakan ikan apung di pasaran, membuat para mahasiswa penasaran dengan informasi yang didapat dari media sosial tentang salah satu peternak ikan di Kota Metro yang dapat memproduksi pakan ikan sendiri.

Sementara Andri, perakit alat pembuat pakan ikan, mengungkapkan bahwa pembuatan pakan harus sesuai komposisi, jika bahan baku dan nilai protein sudah bagus, maka tinggal membuat pakan menjadi apung. “Dalam pembuatan pakan ikan harus sesuai dengan komposisi, jika komposisinya sudah sesuai maka tinggal tingkat pengapungannya yang harus tahan lama,” ujarnya.

Dengan adanya pembuatan pakan ikan tersebut, dapat membuat pengeluaran lebih hemat, karena dari segi harga jelas berbeda banyak. “Pastinya jadi lebih hemat. Karena saat ini harga pasaran sekitar Rp 9.000,- lebih perkilo. Sementara bila membuat sendiri, cukup dengan permodalan sekitar Rp 6.500,- dengan nilai protein 30 persen lebih, sudah dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan kelompok,” ungkapnya.

Soal kendala yang dialami, Andri mengaku tetap ada, yakni permodalan untuk kecukupan bahan baku, mengingat akhir-akhir ini cenderung naik akibat banyaknya konsumen. “Alhamdullilah, kalau kendalanya sendiri yang utama itu dikecukupan modal untuk memenuhi bahan baku, karena saat ini harganya cenderung naik,” jelasnya.

Untuk diketahui alat pembuat pakan ikan apung tersebut dalam satu jam dapat memproduksi 50 kilogram, sehingga sehari biasanya dapat memproduksi kurang lebih sekitar 2,5 kwintal pakan ikan. (ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.