Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari

Agustiawan, wartawan tinggal di Krui Pesisir Barat

Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, tinggal menghitung hari. Lima Bakal Calon (Balon) yang mendaptar di meja panitia, empat dinyatakan memenuhi syarat menjadi calon Ketua PWI Lampung periode 2021-2026.

Siapa sajakah empat calon Ketua PWI Lampung itu, pertama, Hermansyah, Nizwar, Wirahadikusuma, dan Juniardi. Lalu bermasalahkah empat calon itu.

Tentunya tidak, ke-empat calon ketua PWI itu adalah sosok yang benar-benar ingin menjaga marwah para jurnalis khususnya yang tergabung dalam PWI Lampung.

Terus apa masalahnya, dukungan dan dukungan, inilah yang menjadi sumber masalahnya. Kok bisa, ya Ketua PWI Kabupaten/ Kota sepatutnya memberikan contoh dan pembelajaran kepada anggotanya.

Bukankah seperti kita lihat bersama, belasan ketua PWI kabupaten dan kota yang ada di Lampung hadir dan turut serta mengantarkan salah satu calon ketua mengembalikan berkas pendaftaran.

Ini adalah pertanda ada semacam peng-kotak-kotakan. Selayaknya yang terhormat para ketua bijak dalam bersikap, akan lebih elok bukan jika ke empat calon ketua PWI Lampung itu saat mendaftar atau mengembalikan berkas didampingi para ketua kabupaten dan kota.

Tujuannya tak lain untuk menjaga integritas dan independensi serta mewujudkan marwah organisasi yang kita cintai bersama. Janganlah menciptakan perbedaan yang tak perlu meskipun itu balutannya demokrasi.

Ini kata guru sekolahku dulu, guru kencing berdiri murid kencing berlari. Akhirnya, semoga Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Lampung melahirkan ketua yang terbaik, hidup PWI. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.