Hujan Demo Pasca Pleno

KIPRAH.CO.ID– Sehari pasca-rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara sah Pilgub Lampung 2018 oleh KPU Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (8/7/2018), kemarin, gelombang massa aksi menolak hasil Pilgub 27 Juni, menuntut Pilgub Ulang, dan meneriakkan “Lawan Politik Uang!” kembali berlanjut.

Sejak pukul 08.45 WIB hingga pukul 10.30 WIB pagi hari ini, Senin (9/7/2018), ribuan massa dari berbagai wilayah kabupaten se-Lampung yang dikoordinasikan Posko Demokrasi dan Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLPB) terus mengular di seputar Tugu Adipura (Bundaran Gajah), Enggal, Bandar Lampung.

Di bawah terik matahari, korlap aksi Posko Demokrasi Rismayanti Borthon dan korlap aksi KRLPB Rifki Irawan tak henti-hentinya memberikan komando dan arahan teknis sebelum massa aksi melakukan long march menuju kantor Sentra Gakkumdu di Jalan Sudirman, Pahoman, Bandar Lampung. Juga tampak berorasi, koordinator Jaringan Kerakyatan Lampung Rahmat Husen DC.

“Pilgub Lampung curang, batalkan hasil pleno penetapan Arinal-Nunik, diskualifikasi Arinal-Nunik, usut tuntas asal usul dana kampanye gila-gilaan Arinal-Nunik! Lawan politik uang! Lawan cukong! Usut tuntas dan ukur ulang lahan HGU SGC biang rusaknya demokrasi Lampung! Lawan!” teriak orator massa bergantian dari atas mobil komando.

Sedianya, massa akan bergerak ke kantor Sentra Penegakan HukumTerpadu (Gakkumdu) Provinsi Lampung. Sementara, pengamanan penuh aparat Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung juga disiagakan mengawal jalannya aksi kesekian kalinya ini. Lain Posko Demokrasi dan Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih, lain pula Koalisi Rakyat Pemilih Lampung (KRPL).

Berkumpul sejak pukul 09.00 WIB di samping Hotel Sheraton seberang kantor Kanwil Kemenkumham di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung, Bandar Lampung, seratusan massa KRPL akhirnya menggelar rally dan sekitar pukul 10.00 WIB berorasi di Lapangan Korpri di depan Balai Keratun komplek Pemprov Lampung.

Massa aksi menyuarakan kritiknya terhadap Pansus Tindak Pidana Politik Uang DPRD Lampung. Spanduk merah bertuliskan DPRD Lampung Jangan Ngambek, Kalau Kalah Pilkada, Ntar Kayak Anak TK Lho… nampak di antara kelimunan massa aksi yang dijaga ketat aparat Satpol PP Pemprov dan Polda Lampung.

Sepuluh orang demonstran juga tampak long march membawa dua buah keranda mayat dan spanduk putih bertuliskan DPRD Lampung Harus Bubarkan Pansus Politik Uang menyusul rekan-rekannya dari KRPL menuju gedung DPRD Lampung.

Aksi ini hampir luput dari pantauan pers, dan redaksi sempat mengabadikan foto para demonstran saat melintas di jalan menanjak sekitar 50 meter dari titik kumpul awal massa aksi KRPL di samping Hotel Sheraton, Bandar Lampung.

Hingga Rabu (11/7/2018) lusa, penjuru Lampung diprediksi masih akan ditingkahi riak gelombang aksi massa menolak politik uang Pilgub Lampung.

Dari Jakarta, dikabarkan juga akan ada lagi DPP partai politik yang akan menyusul DPP PDIP, DPP Partai Demokrat, dan DPP PPP menolak hasil Pilgub Lampung yang diklaim curang, dibajak demokrasi rakyatnya, dan ditunggangi kepentingan cukong SGC. [red/rls]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.