Inisiator Tandatangan Palsu Masih Misteri, Akankah Selesai dengan Maaf-maafan???

KIPRAH.CO.ID– Ketua DPD Partai Golkar Lampung Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ali Imron menyakini kasus pemalsuan tandatangan Wakil Ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman, bukan atas inisiator Ririn Kuswantari (Ketua Komisi I). Lantas pertanyaannya siapakah aktor sebenernya, dan akankah kasuistis ini selesai dengan maaf-maafan?

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan kronologis, dari A sampai Z di depan rapat internal partai,” kata Ali Imron, Minggu (24/10/2018).

Menurut Ali Imron, Ririn Kuswantari membantah semua tudingan publik bahwa dialah “inisiator” munculnya tanda tangan palsu dalam bentuk copy scane tersebut.

Ririn, kini menjadi bulan-bulanan. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut dituding memalsukan tandatangan Wakil Ketua DPRD Johan Sulaiman.

Perdebatan publik semakin liar, dan dinilai merugikan nama baik partai Golkar. Partai lambang pohon beringin ini, lalu secara kelembagaan telah meminta penjelasan kepada Ririn.

Rapat terbatas, hadir Sekertaris Supriadi Hamzah, dan tiga pimpinan; Indra Ismail, Made Bagiase, Ismet Roni, Ririn Kuswantari, dan Ali Imron. “Dari penjelasan Mbak Ririn, gamblang, tidak pernah menyuruh staf untuk membuat tandatangan palsu,” tegas Imron.

Imron yang mantan wartawan itu menyebut informasi di sejumah media masih bersifat sumir, belum terklarifikasi dengan benar dan perlu diluruskan. “Tolong rekan kami (Ibu Ririn) jangan terburu di hakimi seolah-olah dia sudah tersangka,” ujar Imron, yang juga anggota DPRD Lampung.

Ditempat terpisah, Ririn menyatakan siap untuk menjelaskan kronologis sejauh yang dia lakukan dan ketahui terhadap tudingan publik. “Tolong akhiri semua fitnah pada diri saya. Pemalsuan tandatangan Pak Johan bukan atas perintah saya selaku ketua komisi I,” tepisnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.