Nakoda Baru Kapal Berjaya Sakit Kepala

Oleh: RECI PURWANA

Ya sih! Sebagai nakoda baru mesti hati-hati dalam mengemudikan kapal, apalagi ada embel-embel berjaya. Tapi kok sakit kepala?

Nah Loe! Ceritanya singkat saja. Sebelum nakoda baru diberi kewenangan memegang kemudi kapal, sejak jauh-jauh hari sudah diwanti-wanti. Bagaimana supaya mampu menenangkan gelombang yang terus memaksa berjaga-jaga. Bahkan seandainya mungkin, bujuk supaya ikut ke wilayah bagian berjaya.

Nakoda terus memutar otak bagaimana caranya? Sementara bekal tipis, cukup melaju dua pulau saja persediaan ditaksir sudah kembang kempis. Katanya tapi…

Entah kenapa, tiba-tiba sebelum kapal melaju terdengar riuh rendah. Bisik-bisik nyaris tak terdengar; Modus! Kok bisa begitu? Sebetulnya perbekalan itu cukup, asal jangan ada yang “ngecup”.

Nakoda baru kapal berjaya sakit kepala. Niat untuk bergegas pindah wilayah, sepertinya semakin cerah. Mengemudikan kapal dengan label berjaya, hanya membuat sakit kepala. Apalagi melihat potensi ikan yang ada, susah masuk keramba. Jadi pilihan tersisa, tinggal menunggu waktunya saja. Setelahnya, selamat tinggal kapal berjaya…

Tulisan ini sekedar buat mengisi catatan kiprah saja. Tidak bermaksud menyinggung siapa saja. Buktikan dengan kiprah, bukan hanya pintar bersilat lidah. Riuh rendah tinggal menunggu pecah. (***)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.