Pemkab Pesibar Sosialisasi Insan, Sarana Cerdaskan Masyarakat

KIPRAH.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar sosialisasi Internet Sehat dan Aman (Insan) yang dipusatkan di Sekretariat PKK Pesisir Barat, Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (16/10/2018). Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 orang peserta.

Sosialisasi Internet Sehat dan Aman tersebut, dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, juga dihadiri Sekdakab Pesibar Azhari, Kepala OPD. Hadir sebagai narasumber utama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra, narasumber dari penggiat Sosial Media (Sosmed) Virdiaz Eka Diputri, dan narasumber dari unsur pemerintahan yakni Kepala Bagian Hukum (Kabag) Edwin Kastolani.

Kepala Dinas Kominfo Pesibar, Tedi Djadmiko mengatakan tujuan digelarnya Sosialisasi Internet Sehat dan aman, untuk meningkatkan kesadaran literasi media penggunaan teknologi informasi di lingkungan keluarga dan dunia pendidikan. “Dalam kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta, berasal dari perwakilan OPD, kecamatan, penggiat sosmed dan para pelajar dari tingkat SMA sederajat,” ujar Tedi.

Sementara Bupati Pesibar, Agus Istiqlal mengatakan Insan (Internet Sehat dan Aman) merupakan program dari pemerintah Indonesia, yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), dengan tujuan mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman.

“Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat memiliki komitmen yang tinggi dalam mensejahtrakan dan mencerdaskan masyarakatnya, salah satunya melalui pemberian pemahaman tentang penggunaan tekhnologi informasi jaringan ataupun yang sering kita sebut internet,” kata Agus.

Secara simbolis, seremonial kegiatan tersebut resmi dibuka ditandai dengan pemukulan gong, serta penyematan tanda peserta.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra, dalam paparannya mengatakan bahwa saat ini berkat internet dunia berada dalam genggaman. Serta berkat internet, dunia menjadi tanpa batas yang menyebabkan berbagai perubahan yang seperti pedang bermata dua “ada sisi positif dan ada sisi negatifnya”.

“Sisi positifnya, akan membawa kebaikan bagi penggunanya sebagai sumber transper informasi penyebarluasan informasi positif dan ilmu pengetahuan. Tetapi sebaliknya, internet juga memiliki sisi negatif apabila tidak dipergunakan secara bijak dan cerdas oleh para netizen,” jelas Chrisna.

Lanjut dia, di zaman sekarang ini seringkali ditemukan internet tidak dipergunakan secara bijak, sehingga dapat menimbulkan efek negatif bagi sumber daya manusia yang memanfaatkanya sebagai implementasi dari kemajuan teknologi informasi. “Perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi (tik) yang semakin cepat, telah mempermudah manusia untuk menyebarluaskan dan menerima atau mencari informasi tanpa terikat batas dalam lingkup internasional,” ungkap Chrisna.

Sementara Narasumber Penggiat Sosmed, Virdiaz Eka Diputri menerangkan bahwa manusia sudah hidup dalam kepraktisan, mengingat sarana komunikasi yang telah didukung tekhnologi informasi yang modern sebagai penunjang segala kegiatan telah tersedia. Bahkan kehadiran media internet, telah mampu menyediakan data berbagai ragam informasi mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.

“Cukup melalui mesin pencari maka informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Saya menginggatkan dampak negatif dari internet, seperti hoax, ujaran kebencian, pornografi, judi online dan sebagainya akan terus mengancam masyarakat apabila kita tidak membentengi diri dengan pengetahuan dan iman yang kuat. Dan untuk menghindari ancaman teknologi, yang harus dilakukan adalah pelajari, pahami, batasi, dan awasi,” terangnya. (Gus)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.