Pisahkan Kata Berita dengan Hoax.!

Oleh: Reci Purwana

Seruan kepada masyarakat untuk lebih mewaspadai dan ikut mencegah peredaran hoax, bergema di mana-mana. Sebab semakin mengkhawatirkan, karena dapat mengakibatkan kecemasan, permusuhan dan kebencian.

Tidak ada yang salah dengan peringatan tersebut. Hanya saja kalau boleh berpendapat, rasanya kurang pas bila hoax disandingkan dengan kata berita. Mengingat berita cenderung merupakan karya jurnalistik, dan bukankah mestinya memenuhi unsur-unsur yang telah diatur seperti, apa, siapa, mengapa, kapan, dimana, dan bagaimana.

Selanjutnya, sebuah berita mestinya juga memenuhi syarat-syarat yang telah diatur, diantaranya berdasarkan fakta atau kenyataan. Kemudian berimbang, artinya tidak berat sebelah atau memihak pada satu pihak saja, sehingga nantinya tidak menimbulkan kesan yang negatif. Karena pendengar atau pembaca dapat mengerti dengan baik.

Sementara beberapa ciri yang biasa disebut hoax, pertama adalah begitu disebar dapat mengakibatkan kecemasan, permusuhan dan kebencian. Masyarakat yang terpapar hoax biasanya akan terpancing perdebatan. Jika sudah berdebat, mereka akan saling benci dan bermusuhan.

Ciri kedua hoax, ketidakjelasan sumber atau sulit terverifikasi. Ciri ketiga, isinya tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak tertentu. Ciri keempat, sering bermuatan fanatisme atas nama ideologi.

Berikutnya, judul dan pengantarnya provokatif, memberikan penghakiman bahkan penghukuman tetapi menyembunyikan fakta dan data. Biasanya, juga mencatut tokoh tertentu. Penyebarnya juga meminta apa yang dibagikannya agar dibagikan kembali.

Menilik dari unsur dan syarat yang mestinya dipenuhi dalam sebuah berita, kemudian berdasarkan ciri hoax, jika boleh menyimpulkan maka berita kurang pas bila disandingkan dengan kata hoax (berita hoax). Karena berita memiliki unsur dan syarat yang mestinya dipenuhi, sedangkan hoax tidak jelas sumbernya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.