Ruislag Pembangunan Terminal Agrobisnis Diharapkan Selesai Tanpa Masalah

Bandarlampung (KR): Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo berharap ruislag atau tukar menukar kawasan hutan untuk pembangunan Terminal Agrobisnis, dari kawasan hutan Register I Way Pisang Lampung Selatan dengan lahan pengganti yang berlokasi di Tulangbawang dapat selesai dengan clean dan clear (bersih tanpa masalah).

Hal ini diperkuat dengan telah disetujuinya ruislag itu oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Harapan gubernur tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis saat memimpin Rapat Percepatan Pembangunan Kawasan Industri di Ruang Rapat Sekdaprov, Selasa (6/2/2018). “Tahap penyelesaian (lahan pengganti) ini masih on progress, kita menargetkan penyelesaiannya pada Mei 2018. Sementara lahan pengganti yang dipersiapkan lokasinya berada di Tulangbawang,” ujar Hamartoni.

Tim inventarisasi lahan pengganti kawasan industri Tulangbawang Provinsi Lampung sendiri menargetkan pembangunan Terminal Agribisnis di lahan pengganti Register I Way Pisang selesai secara clean dan clear (bersih tanpa masalah) pada Mei 2018.

Menurut Hamartoni, sesuai dengan Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor S.195/Menlhk/Setjen/PIA.2/52017 tanggal 19 Mei 2017, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya  menyetujui Permohonan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo untuk melakukan tukar menukar kawasan Hutan tersebut.

Kawasan hutan Register I Way Pisang, Lampung Selatan yang terkena ruislag seluas 460 hektar, sedangkan lahan pengganti yang berlokasi di Tulangbawang seluas 955 hektar. “Dalam surat persetujuan prinsip Menteri Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Lampung berkewajiban untuk menyerahkan lahan pengganti yang sudah clean dan clear, fokus kita kesana dulu,” ungkap Hamartoni.

Hamartoni juga menjelaskan, untuk mempercepat penyelesaian lahan tersebut, Pemprov Lampung juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Tulangbawang juga dengan warga setempat yang akan terkena rencana alih fungsi lahan. “Kita juga membuka komunikasi dengan Pemkab Tulangbawang dan marga setempat pemilik lahan, kita berharap agar tim inventarisasi bekerja dengan maksimal agar target penyelesaian dapat tercapai,” tutupnya. (rep)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.