Universitas Teknokrat Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

KIPRAH.CO.ID, BANDARLAMPUNG–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Teknokrat Indonesia, Senin (13/7/2026).

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan jajaran pengurus PWI Provinsi Lampung dengan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung.

Sekretaris PWI Provinsi Lampung, Andi Panjaitan, mengatakan kunjungan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk menyosialisasikan rencana Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027.

Menurutnya, masih banyak tahapan yang akan dilaksanakan sebelum puncak kegiatan pada April 2027, sehingga dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, sangat dibutuhkan.

“Pertama kami ingin menjalin silaturahmi, kemudian menyosialisasikan bahwa insyaallah pada April 2027 Lampung akan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas. Banyak tahapan yang akan kami lalui, mulai dari kick off pada November nanti, kemudian konferensi kerja hingga konferensi provinsi,” kata Andi.

Ia berharap Universitas Teknokrat Indonesia dapat terlibat aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi, baik dalam keterlibatan peserta maupun menjadi lawan uji coba, khususnya untuk cabang olahraga esports,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWI Lampung, Segan Simanjuntak, menyebut Universitas Teknokrat merupakan salah satu kampus yang memiliki prestasi membanggakan, sehingga dinilai tepat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan Porwanas 2027.

Ia menjelaskan, setelah melakukan kunjungan ke UIN Raden Intan Lampung, PWI melanjutkan silaturahmi ke Universitas Teknokrat yang dikenal sebagai “Kampus Sang Juara”.

“Teknokrat adalah kampus sang juara. Karena itu setelah dari UIN kami datang ke sini untuk membangun kolaborasi. Pada Porwanas nanti akan dipertandingkan sekitar 14 cabang olahraga, seperti catur, biliar, atletik, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, futsal, dan cabang lainnya,” kata Segan.

Menurutnya, salah satu fokus yang ingin dikembangkan adalah cabang olahraga esports. PWI Lampung ingin memanfaatkan pengalaman dan kualitas pembinaan esports di Universitas Teknokrat agar prestasi kontingen Lampung semakin meningkat.

“Esports Teknokrat sudah sangat bagus. Kami ingin berkolaborasi agar tim esports PWI Lampung bisa bersaing dengan kontingen dari provinsi lain. Target kami minimal masuk tiga besar saat menjadi tuan rumah. Tahun lalu kami berhasil masuk lima besar. Mohon dukungan agar Lampung menjadi kebanggaan kita bersama,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, menyambut baik rencana kolaborasi dengan PWI Lampung.

Ia mengaku merasa terhormat atas kunjungan jajaran pengurus PWI dan menegaskan kampusnya siap mendukung pelaksanaan HPN maupun Porwanas 2027.

Nasrullah mengatakan Universitas Teknokrat memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan maupun pembinaan atlet.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan PWI. Universitas Teknokrat pernah mendapat sebutan Kampus Sang Juara dari Aburizal Bakrie pada 2013. Jika membutuhkan ruangan, kami siap mendukung. Kami memiliki aula berkapasitas 200 hingga 400 orang yang dilengkapi videotron, kemudian gelanggang olahraga berkapasitas sekitar 1.000 orang dengan fasilitas yang memadai, termasuk toilet yang representatif,” katanya.

Selain itu, ia juga memastikan area parkir kampus cukup luas untuk menunjang kegiatan berskala besar.

Terkait pembinaan esports, Nasrullah menilai persiapan harus dilakukan sejak dini agar target prestasi Lampung pada Porwanas 2027 dapat tercapai.

“Kalau ingin memperoleh hasil maksimal di esports, latihan harus dimulai dari sekarang. Waktu sekitar satu tahun hingga menjelang pelaksanaan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tim Lampung benar-benar siap bersaing,” pungkasnya. (*)