Upaya Pengembangan Pelabuhan Panjang Terus Digulirkan

KIPRAHRAKYAT.COM– Setelah adanya kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Pelindo, upaya pengembangan Pelabuhan Panjang terus digulirkan. Kali ini di implementasikan melalui pembahasan Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Dalam rapat yang digelar di Swiss-bell Hotel, Bandar Lampung, Selasa (10/4/2018), Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, kembali menegaskan bahwa Pelabuhan Panjang memiliki kapasitas dan potensi besar yang mesti dikembangkan. “Terlebih lagi akan didukung dengan jalan tol trans sumatera (JTTS) sebagai logistik nasional, yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung,” kata dia.

Menurut Taufik, rencana itu mesti didukung dengan rekomendasi kesesuaian ruang seperti dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) serta Dinas Kelautan. “Kita mesti mengantisipasi pembangunan pelabuhan ini, baik dari segi infrastruktur maupun suprastrukturnya. Karenanya, semua pihak mestinya saling bersinergi  agar rencana induk atau master plan ini dapat terkoneksi dengan baik untuk kemajuan Lampung kedepan,” jelasnya.

Sementara Konsultan PT. LAPI ITB, Arya menjelaskan RIP tersebut berperan besar terhadap investasi industri di Provinsi Lampung. Selain itu, juga untuk merevisi proyeksi arus barang dan arah pengembangan pelabuhan panjang berdasarkan kondisi terkini. “RIP ini merupakan upaya pengintegrasian ekonomi se-Sumatera Bagian Selatan khususnya Lampung, sehingga tercipta skala ekonomi yang besar,” kata dia.

Arya menambahkan, Pelabuhan Panjang akan memiliki multiplier effect terhadap ekonomi sekitar di antaranya pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung, peningkatan iklim investasi, peningkatan pendapatan sektor lain, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, Gunung Hutapea, menjelaskan master plan/rencana induk pelabuhan panjang harus direncanakan dengan baik, sehingga dapat berjalan dan terbangun sesuai harapan.

“Pembangunan Pelabuhan Panjang harus memiliki masterplan yang baik agar sesuai tujuan. Mesti mampu menjadi pilihan utama, menggantikan Pelabuhan Tanjung Priok. Sehingga Lampung akan mampu memberikan ekonomi makro positif terhadap makro nasional,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qudrotul Ikhwan, menjelaskan RIP Panjang ini mesti didukung penuh untuk kemajuan Lampung. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung hal ini. Tentunya, peluang dan kesempatan baik ini mesti kita ambil, dengan mempersiapkan segala hal untuk kemajuan Provinsi Lampung,” ujarnya.

General Manager IPC Cabang Pelabuhan Panjang, Drajat Sulistyo, menjelaskan Provinsi Lampung mesti melakukan pemetaan RIP. “Lampung memiliki logistik yang sangat menarik. Kita juga memiliki Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), tapi tidak boleh terlena, mesti pandai memanfaatkan keberadaannya,” jelasnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.