Petani Lampung Rasakan Manfaat Pupuk Subsidi hingga KUR Pertanian

KIPRAH.CO.ID– Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Sumber Makmur, Paidin, menilai keberadaan pupuk subsidi sangat dirasakan manfaatnya. Dengan harga pupuk subsidi yang murah, tentu hal tersebut mampu menekan biaya produksi para petani.

“Ya, tentu saja keberadaan pupuk subsidi sangat bermanfaat untuk kami pak, karena harganya murah,” terangnya kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).

Hanya saja, pemerintah belum dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi secara keseluruhan, dengan alasan seperti keterbatasan anggaran, serta tujuan pupuk subsidi yang memang diperuntukkan hanya sebagai stimulus.

Kendati dibatasi penerimaanya, para petani di Kabupaten Lampung Selatan cukup pandai mensiasati kekurangan pupuk subsidi tersebut, dengan cara membeli pupuk non subsidi.

“Memang tidak semua tanaman diberi pupuk subsidi, Pak. Karena dari tanaman padi sebanyak satu hektar, mungkin pupuk subsidi hanya bisa memenuhi kebutuhan pupuk 30-40 persen dari luas lahan itu. Tentunya kami membeli pupuk non subsidi, Pak. Untuk penuhi kebutuhan pupuk,” ungkapnya.

Keterbatasan modal yang kerap menjadi masalah bagi para petani, terlebih harga pupuk non subsidi yang terbilang cukup mahal.

Hal seperti ini ternyata bukan kendala para petani di desa Trimomukti tersebut. Lantaran, mereka juga dapat mengakses program pemerintah lainnya, yakni KUR Pertanian. “Saya pun sangat merasa terbantu, Mas. Karena pakai KUR,” imbuhnya.

Selain untuk pendanaan pupuk non subsidi, pinjaman yang diperoleh petani melalui KUR Pertanian dimanfaatkan guna produksi lainya, seperti untuk membeli cairan pengusir hama.

“Banyak manfaatnya sudah yang saya rasakan program pemerintah, mulai dari pupuk subsidi, sampai dana pinjaman KUR,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnardi menjelaskan pendistribusian pupuk subsidi telah digelontorkan Januari lalu.

“Ya, untuk pupuk subsidi sudah digelontorkan mulai Januari lalu,” singkatnya, kepada wartawan yang ditemui di tempat terpisah.

Diakuinya, memang jumlah pupuk subsidi yang didistribusikan belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan para petani di Lampung.

“Memang jumlah pupuk subsidi belum semua bisa terpenuhi, karena mungkin minimnya anggaran, sehingga tidak semua lahan petani bisa diberi pupuk subsidi,” kata dia.

Untungnya mayoritas petani di Lampung terbilang cukup mandiri, untuk mensiasati keterbatasan jumlah pupuk subsidi, mereka (petani) membeli pupuk non subsidi.

“Banyak petani yang mengajukan KUR untuk permodalan, dan salah satunya untuk biaya mereka membeli pupuk non subsidi, ayat kebutuhan pupuk lahan tercukupi,” pungkasnya.

Terlebih pada tahun ini jumlah penerima pupuk subsidi di Lampung meningkat menjadi 50.488 orang berdasarkan data indek terbaru.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerangkan, pupuk subsidi merupakan program prioritas untuk membantu para petani mengembangkan budidaya pertaniannya.”Dengan pupuk yang baik, maka budidaya pertanian juga akan berkembang semakin baik. Untuk itu Kementan menggulirkan program pupuk subsidi,” ujarnya. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.